Cursors

Sabtu, 19 Juni 2010

Kamut (Kata-Kata Mutiara)

Berikut adalah kata-kata mutiara yang terdapat pada buku yang ditulis Ary Ginanjar Agustian, yakni “New Edition, Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual (ESQ)”. Tujuan Saya mem-posting ini hanya untuk sekedar membuka wawasan kita. Semoga bermanfaat.

Jika lautan menjadi tinta dan pepohonan menjadi kalam untuk mencatat ilmu-Nya , maka tidaklah cukup meskipun ditambah dengan tujuh kali banyaknya.
By: HS Habib Adnan


Jika dalam buku ini ada Rukun Iman, Rukun Islam dan Ihsan,
Bukan berarti eksklusivisme aliran atau agama,
Tapi keinginan untuk menyampaikan kebenaran.
Kalau dalam buku ini ada Al Qur’an,
Itu bukan untuk golongan,
Tapi untuk seluruh umat manusia.

Bukan Al Qur’an untuk Islam.
Bukan dunia untuk Islam.
Tapi Al Qur’an dan Islam untuk dunia.
Islam merindukan perdamaian dan kebahgiaan sejati,
Bersama dengan yang lain.
By: Ary Ginanjar Agustian.
(Penulis buku ini).

Ukuran tubuhmu tidak penting; Ukuran otakmu cukup penting
Ukuran hatimu itulah yang terpenting.
By: BC Gorbes.

Take time to think. It is the source of the power.
Take time to read. It is ihe foundation of wisdom.
Take time to quiet. It is the opportunity to seek God.
Take time to dream. It is the future made of.
Take time to pray. It is the greatest power on earth.
By: Author Unknown.

Otak manusia tampak begitu mempesona dengan jutaan kumparan yang berkelip membetuk pola tertentu, pola yang penuh arti dan tak kunjung diam, terdiri dari perubahan-perubahan yang harmoni dari pola-pola yang lebih kecil. Bagai galaksi Bimasakti memasuki suatu kosmik yang berdansa.
By: Sir Charles Sherrington.

Otak Anda adalah ibarat raksasa tidur.
By: Tony Buzan.

Tidak ada yang menutup mata dan telinga Anda, kecuali telinga Anda sendiri.
By: HS Habib Adnan.

Suatu pemasalahan tidak dapat dipecahkan dengan suatu pemikiran yang tercipta, ketika permasalahan itu terjadi.
By: Albert Einstein.

Adalah seseorang yang telah terbebas dari belenggu prasangka negatif, prinsip-prinsip hidup yang menyesatkan, pengalaman yang mempengaruhi pikran, egoisme kepentingan, pembanding –pembanding subyektif, serta terbebas dari pengaruh-pengaruh belenggu literatur yang menyesatkan. Dan ia adalah orang yang merdeka.
By: Ary Ginanjar Agustian.

Pikiran bukanlah sebuah wadah untuk diisi, melainkan api yang harus dinyalakan.
By: Ary Ginanjar Agustian.

Seorang yang memiliki kepercayaan diri, disamping mampu untuk mengendalikan serta menjaga keyakinan diri tersebut, akan mampu pula membuat perubahan di lingkunganya. Disamping keahlian teknis, ‘sang katalisator’ perubahan sejumlah kecakapan emosi lainya.
By: John Fereira.

Ada pertemuan yang hanya sesaat namun meninggalkan kesan seumur hidup. Tak ada seorang pun yang bisa memahami hal misterius yang kita sebut pengaruh, namun setiap orang di antara kita terus-menerus memberikan pengaruh, apakah untuk menyembuhkan… untuk meninggalakan bekas keindahan; ataupun melukai, untuk menyakiti, meracuni, mencemari kehidupan orang lain, dan sebagainya.
By: JR Miller.

Kebenaran yang berasal dari intuisi merupakan kebenaran yang dijadikan acuan bagi semua kebenaran lain.
By: John Stuart Mill.

Pemimpin Sejati adalah seseorang yang selalu mencintai dan memberi perhatian kepada orang lain, sehingga ia dicintai. Memilki integritas yang kuat, sehingga ia dipercaya oleh pengikutnya. Selalu memimbing dan mengajari pengikutnya. Memiliki kepribadian yang kuat dan konsisten. Dan yang terpenting adalah memimpin berlandaskan suara hati yang fitrah (suci)
By: Ary Ginanjar Agustian.

If you have a clear vision you’ll even forget your breakfast.
By: Bill Gates.

Apabila hari ini sama dengan kemarin, itu adalah keadaan yang merugi.
(Nasihat Nabi Muhammad SAW)

Memiliki kesadaran, ketenangan dan keyakinan dalam berusaha, karena pengetahuan akan kepastian hukum alam dan hukum sosial sangat memahami akan arti penting sebuah proses harus dilalui. Selalu berorientasi pada pembentukan sistem (sinergi), dan selalu berupaya menjaga sistem yang telah dibentuk
By: Ary Ginanjar Agustian

Peliharalah wawasan Anda seakan-akan ia anak-anak jiwa Anda; rancangan untuk pencapaian akhir Anda
By: Napoleon

Apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda mampu mencapainya.
By: Hubert H Humprey

Kita semua hidup di bawah langit yang sama, tetapi tidak semua orang punya cakrawala yang sama.
By: Konrad Adenauer

Sebagian besar kebijaksanaan kreatif intuitif seseorang berada di pusat kecerdasaan emosionalnya. Hanya Anda sendiri yang dapat memanggilnya, mengangakat ke permukaan. Intuisi praktis semacam ini adalah indera—perasaan yang cerdas—dari pengetahuan batiniah.
By: Robert K Cooper, PhD.

Tidak ada keraguan bahwa pikiran kelompok bisa jauh lebih cerdas—data ilmiah tentang hal ini sungguh luar biasa. Dalam suatu eksperimen tentang sejumlah mahasiswa yang belajar dalam kelompok-kelompok mata kuliah—skor (hasil penilaian) dari beberapa kelompok mahasiswa yang ada menunjukan bahwa sembilan puluh tujuh persen dari hasil ujian yang dilakukan, skor kelompok ternyata lebih tinggi dari skor perorangan. Efek yang sama terjadi berulang-ulang.
By: Howard Gardner.

Kunci utama memahami seluk-beluk emosi orang lain adalah dengan memahami seluk-beluk emosi diri sendiri, sebagaimana yang telah ia buktikan dalam penelitiannya di laboratorium fisiologi.
By: Robert Levenson.

Semakin jernih karakter Anda, maka semakin tinggi sikap proaktif Anda, dan semakin besar pula komitmen Anda pada sikap win-win—semakin kuat pengaruh Anda pada orang lain.
By: Covey.

Manusia tidak mampu menyimpan rahasia. Walau bibir mereka diam, namun sesungguhnya mereka bergosip lewat jemari mereka. Kebenaran memaksa dirinya keluar lewat setiap pori.
By: Freud.

Prasangaka yang tercipta oleh stereotip, berupa kecemasan atau kekhawatiran terhadap suatu hal yang biasa dirasakan setiap kali menghadapi tugas menantang, sering kali dipersepsikan sebagai penegasan atas ketidakmampuan mereka dalam menhadapinya, dan pada akhirnya justru memperbesar kemungkinandari kecemasan tadi, sehingga kinerja benar-benar menjadi buruk.
By: Claude Steele.

Persepsi yang positif dalam memandang diri seseorang, sangat menentukan bagaimana cara memperlakukan atau berhubungan sosial dengan mereka. Mengapa? Apa yang kita andaikan tentang orang adalah apa yang orang tersebut sesungguhnya sedang mencarinya. Apa yang kita cari sebenarnya adalah apa yang ia/mereka temukan. Apa yang ia/mereka temukan mempengaruhi persepsi tentang dirinya. Dengan demikian, pengendalian negatif mengenai mengenai orang lain akan merangsang kepemimpinan negatif atas diri mereka. Begitu sebaliknya: Pengendalian positif tentang orang lain akan merangsang kepemimpinan positif tentang orang lain akan merangsang kepemimpinan positif atas diri mereka.
By: John C Maxwell

Percayalah kepada orang lain, dan mereka akan tulus kepada Anda. Perlakukan mereka seperti orang besar dan mereka akan memperlihatkanya dirinya sebagai orang besar.
By: Raplh Waldo Emerson.

Agar kita selalu membantu orang lain meningkatkan citra diri mereka, kembangkanlah keahlian dalam membuat orang lain menempatkan diri mereka sebagai orang yang penting dan besar.
By: Donald Laird

Jauh lebih baik bagi diri manusia, membiarkan orang menilai dirinya sendiri (judge themselves) dari pada kita menilai orang lain. Dan dalam tataran budaya kepercayaan tinggi, hal ini justru jauh lebih akurat. Dalam banyak kasus, orang lain mampu mengetahui dalam hati bagaimana sesungguhnya diri kita—jauh lebih baik dibandingkan apa yang terjadi dan terlihat oleh diri sendiri. Ketajaman penilaian sendiri-sendiri (discernment) seringkali kurang akurat dibanding observasi dan pengukuran orang banyak.
By: Covey.

(Disusun oleh Hendro Wijonarko, berdasarkan “New Edition, Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual (ESQ)” oleh Ary Ginanjar Agustian).

0 komentar:

Cari Blog Ini

Memuat...
Alangkah baiknya, kamu meninggalkan pesan atau komentar,(klik 'poskan komentar'). Terima Kasih

Blog Archive

  © Free Blogger Templates Blogger Theme II by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP